Sebenarnya alasan apa sih yang paling real untuk seseorang dalam memilih Operating System pada komputernya? Yang pertama adalah kemudahan. Windows begitu besarnya karena dia unggul dalam kemudahan dalam pemakaian. Keponakan saya yang berumur 7 tahun pun sudah mahir dalam mengoperasikan komputer dengan Operating System ini. Malu ah kalo kalah sama anak 7 tahun kalo ga bisa make Windows. Kategori ini berlaku untuk kategori Operating System untuk Desktop dimana pengguna paling banyak adalah dari sini. Artinya hanya untuk penggunaan sehari hari, karena tidak semua orang mengerti Server, networking, dan mungkin saja mereka tidak membutuhkannya.
Untuk kategori Server, sistem Operasi yang paling banyak dipilih adalah Unix family. Karena terkenal akan kestabilannya dalam memanajemen sistem. Namun saya tidak membahas ini lebih lanjut, karena mungkin target pembaca saya adalah orang awam (kaya saya sendiri :D) sehingga nantinya bisa bermanfaat untuk orang banyak.
Namun dibalik kemudahan yang di tawarkan windows ternyata menyimpan pahit bagi orang yang jujur dan tidak mampu seperti saya
. Harganya Mahal!!. (Jujur saya tidak mampu untuk membeli OS ini secara legal). Namun jangan berkecil hati, kita dapat menggunakan OS yang OpenSource. Ubuntu sebagai keluarga Unix menurut saya OS yang paling mudah dalam hal apapun. Instalasi sederhana, kelengkapan paket cukup, Update mudah, multimedia lengkap, aplikasi office baik, suportifitas terhadap hardware paling mudah. Pilihan yang tepat untuk yang mau mencoba OS gratis untuk Desktop dengan rasa Unix. Ibaratnya rasa coklat deh, walaupun ada yang lebih enak dari coklat.
Hal kedua yang menjadi pertimbangan konsumen dalam memilih OS adalah kecepatan. Kan seneng kalo apa yang kita mau bisa dilakukan secara cepat pada komputer kita. Karena Unix memilki sifat share library jadi ini dapat menghemat space hardisk dan juga kecepatan proses. Gampangnya gini deh, aplikasi yang di instal pada Linux membutuhakan library, dan antara aplikasi lain mungkin saja menggunakan library yang sama. Berbeda dengan Os instalasi untuk windows yang prosesnya adalah hanya untuk aplikasi tersebut, sehingga mungkin saja terjadi kesamaan file antar aplikasi. Sehingga akan memenuhi space hardisk. Sehingga aplikasi di windows cenderung mengkostumasi sendiri library kebutuhan paketnya dan ini tidak dapat digunakan untuk aplikasi lain.
Hal ketiga yang kadang menjadi pertimbangan adalah desain. Maksud disini adalah kecantikan penampilan dari OS tersebut. Beberapa orang jika mendengar nama linux mungkin akan terlintas di pikirannya adalah layar kita monitor hitam dan hanya berisikan tulisan putih tanpa ada warna lain. Sebenarnya bener juga sih, tapi itu adalah linux yang belum masuk dalam desktop environment. Jadi belum terinstalasi gnome, kde atau xfce nya (apaan tuh?). Yang jelas itu adalah aplikasi yang dapat memudahkan user dalam menjalankan aplikasi. Jadi instal saja salah satu dari aplikasi tersebut biar ga hitam putih lagi. Baru saja sewaktu saya menulis tulisan ini, seorang teman menghampiri saya. Kita sebut saja dia Bunga
Bunga : “mas nanda,”
Saya : “ya?”
Bunga : “Pinjem Windowsnya dong, mo scan Flashdisk”
Saya : “Saya pakai linux”
sambil melotot laptop dia memaksa
Bunga : “Yang bener, kok bagus?coba sini Bunga liat”(sambil masih tidak percaya)
Saya : “silakan,”
Bunga : “oiya yah”(sambil terheran-heran)”cari komputer lain saya mas”
Bagi temen-temen yang kira-kira kesulitan uang untuk membeli OS windows, bisa mencoba menggunakan OS open source. Pertanyaannya OS opensource apasih yang paling mudah di kuasai dan memiliki kelengkapan sistem dan paket untuk Desktop. Ubuntu mungkin bisa membantu anda. Karena memiliki kehandalan sistem unix, paling mudah digunakan dari linux lain, kelengkapan paket tinggi karena di kembangkan oleh komunitas, dan anda tidak perlu membayar untuk menggunakannya. Baru menggunakan Ubuntu sekitar 3 bulan yang lalu, dan masih belajar untuk bisa mengexplorasi lagi. Menurut saya ubuntu adalah Linux rasa cokelat, manis dan enak.
Saya pun juga orang baru di dunia opensource, bukan siapa-siapa. Just ordinary man with many weakness..
Dengan ini saya mendukung Indonesia Go OpenSource


May 29th, 2008 at 5:39 am
sebut saja bunga, umur 19 tahun. siapa ni?? pake nama samaran segala.
Kemudahan dan familiarity, bener banget. Ini yang masih menjadi alasan utama publik masih lebih memilih untuk pake Windows, seperti saya.

Oke deh, saya juga dukung Indonesia Go OpenSource.
May 29th, 2008 at 6:57 am
Nice,,
Tuh ndri,
kalo dari tampilan dah kalah tuh windows
kalo rasa duren ada gak ya,, hmmm.
May 29th, 2008 at 9:21 am
alasan lainnya, mungkin linux terlalu sering releasenya..
trus aplikasi gamenya dikit. Btw, maen dota bisa gak di linux?
hehe.. maklum gak pernah maen dota, makanya ga tau..
May 29th, 2008 at 1:02 pm
lagian windows jg gratis kok!!:mrgreen: kan intinya gratis..
satu kata, bet lah.
May 29th, 2008 at 1:19 pm
@dimaz
rasa duren?boleh tuh bikin aj..
@aJOemOni
itulah fungsinya komunitas,,update terus,semakin lama dukungan linux semakin baik terhadap hardware,,Dota sudah pasti bisa di Linux
@taufiq
bet itu artinya apa sih?:innocent:
June 1st, 2008 at 11:17 pm
hidup Mac!!!
June 2nd, 2008 at 9:46 am
^sama aja..mahal!!
June 13th, 2008 at 5:00 am
wah kern bgt dah udah bs mempengaruhi orang lain tanpa panjang lebar… hidup open source
June 13th, 2008 at 5:33 am
@mas anz
mudah2an pembajakan terhadap karya orang lain dapat berkurang,,
August 5th, 2008 at 4:45 pm
saya baru tauu