[kini] Titik hitam di gedung putih

January 20th, 2009 by nand

Barack Obama

Siang ini di Amerika sedang berlangsung pelantikan pemimpin barunya yang ke 44. Berdeda dari presiden sebelumnya, kali ini calon presiden berasal dari kalangan minoritas, kalangan dimana dahulu adalah kalangan terjajah, dan kalangan yang mendapat perlakuan tidak adil. Apapun masa lalu tersebut, kini Amerika sendiri yang telah memilih, memilih suatu pilihan yang baru, yang mereka yakini adalah pilihan terbaik untuk saat ini.

Seorang warga kulit hitam berhasil meraih simpati warga Amerika untuk mendukungnya yang bahkan mengungguli pesaingnya yang berasal dari warga kulit putih. Mungkin inilah demokrasi yang sesungguhnya, dimana kemungkinan menang bisa diperoleh siapa saja, bukan berasal dari jual beli suara, bukan berasal dari iklan yang berlebihan, seorang yang mampu menang walaupun dari kelompok minoritas.

Perlakuan diskriminatif itu kini sudah selesai. Tindak intimidasi terhadap warga yang dulunya di ambil hanya sebagai budak belian kini sudah tidak ada. Mereka sudah setara, mereka sudah setaraf dan mereka kini sederajat. Obama seakan-akan menutup dengan pasti sejarah kelam orang kulit hitam di Amerika. Kini orang kulit hitam lah yang memimpin, yang dipilih, yang dipercaya untuk membawa maju suatu Negara terkuat saat ini.

Apakah kita pernah memilih untuk dilahirkan dimana? Apakah kita pernah memilih untuk dilahirkan untuk warna kulit hitam? Apakah kita memilih untuk dilahirkan di lingkungan miskin? Karena kita tidak bisa memilih.

Semoga dengan perubahan yang dialami oleh Amerika dapat menciptakan suasana baru untuk dunia. Menciptakan suatu kestabilan ekonomi dunia, kedamaian dunia, dan juga kemakmuran dunia. Karena dengan muculnya pemimpin dari kalangan minoritas ini, dari kalangan yang dulunya mendapat ketidakadilan harusnya dapat lebih tahu perasaan perlakuan saat itu dan tidak melakukan perbuatan yang sama. Semoga dirinya dapat menjadi harapan, bukan hanya bagi warga Amerika, tapi untuk warga dunia, dan juga Negara yang sedang terlibat perang seperti Palestina dan Israel.

, ,

6 Responses to “[kini] Titik hitam di gedung putih”

  1. andrisetiawan Says:

    smoga obama ngga mengecewakan fans2nya, trmasuk fans2nya di Indonesia.
    smoga obama bisa memanfaatkan popularitasnya di jalan yg benar. ngga cuma popular smacam juara idol, ataupun akademi fantasi ;)

  2. nand Says:

    semoga saja,
    juara idol,akfan ujung2nya mengecewakan,,berakhir jadi bintang sinetron atau iklan (tapi kan situ nonton juga ndri,,:P)

  3. dianparamita Says:

    blogwalking.. nice blog :)

    sayang bgt ya Obama gak nyebut2 nasib Palestina dalam pidatonya,, semoga itu bukan suatu bad sign buat perdamaian di Gaza. eniwei cara Obama berpidato mengingatkan pada bung Karno. Hmmm… sempet baca di autobiografinya Obama yg judulnya Dreams from My Father kalau salah satu hal yang paling dikaguminya dari Indonesia adalah karena Indonesia punya tokoh seperti Bung Karno. hmmm.. kerennn :D

  4. nand Says:

    salam kenal ya,,

    thx for comment,

    ternyata mba dian angkatan 45 ya? ^_^

  5. dianparamita Says:

    hehe.. nggak usah nyebut2 angkatan lah jadi malu :p salam kenal jg..

  6. aerapianggis Says:

    semoga dia mampu keluar dari tekanan senat yang mayoritas adalah orang2 yahudi(zionis red)

Leave a Reply