My best Goal ever!!

February 19th, 2009 by nand

Jakarta 18 Febuary di kejutkan dengan pertandingan futsal akbar. Antara tim Futsal datacomm melawan Triguna.  Di liput langsung oleh semua stasiun TV swasta, dan di buka langsung oleh Presiden RI yang pertama(emng jaman kapan ya? :D). Ga penting banget ya, :D. Menurutku pertandingan kemarin adalah pertandingan sangat-sangat menyenangkan. Mungkin sebagian dari pembaca akan bosan membaca tulisan ini, karena kaya narsis dan kehidupan pribadi diri saya yang sama sekali ga penting. Hihihii,,bagi fans saya mungkin ini bisa membantu kalian untuk melengkapi catatan kalian semua (miss u all my fans) <–ga banget ya

Untuk pertama kalinya setelah melewati sekian abad, striker andalan Indonesia mencetak sebuah gol cantik, indah nan rupawan yang pernah ada di bumi Indonesia ku ini. Dengan sepasang sepatu emas dia mencetak gol dengan elok nan aduhai.

Hehee, kesenangan itu lah yang ku maksud. Kesenangan menciptakan gol kemarin malam. Walau cuma menyumbang satu gol untuk tim, tapi saya bangga dan tersenyum lebar. Pokoknya kemarin malam adalah hari yang menyenangkan sekali. Thx for all,,

Diawali dengan memiliki sepatu baru. hehe,,coba tebak harganya? cuma 35 rebu rupiah. Di beli di blok M bersama teman hari minggu kemarin. Sepatunya adidas warnanya krem agak coklat dan talinya putih. Pokoknya itu sudah dipastikan adalah abal-abal alias palsu. Sengaja beli yang kaya gitu, mengingat jarang sekali saya berolah raga yang menggunakan sepatu, kalo rusak ga nyesel2 amat, dan kalo ilang di mesjid juga gampang Iklasnya. hahaha,,itulah keunggulannya. Dan malam kemarin test drive pertama untuk menguji keunggulan sepatu tersebut (hancur ato nga?). Dan ternyata masih [belum] hancur. Tunggu saja petualangan selanjutnya dari sepatu saya ini.

Langsung dari selepas kesibukan urusan kantor, tim kami bersama-sama menuju TKP yaitu stadion utama Galaxy. Jam 7 acara dimulai, namun kami semua berangkat bersama-sama pukul 6. Sesampainya disana, sholat magrib dulu setelah itu berganti baju dengan baju olahraga.

Kaget sekali sesampainya di Arena, ternyata tidak seperti biasanya, kami akan menggunakan seragam. Mantab lah, semakin semangat tim untuk bermain saat itu. Dan tidak hanya itu, sekardus ponari sweat, 2 dus air mineral, sekantong plastik roti, dan sekardus potongan semangka sudah siap disana menunggu kita semua kelelahan akan permainan nantinya.

Seragam kita berwarna kuning cerah, dan tim lawan menggunakan putih hitam. Entah kenapa saya lebih suka warna kuning tersebut saat itu, padahal biasanya saya menyukai warna yang gelap atau putih. Alhasil kita pun memilih seragam tersebut dan mencari-cari nomor punggung yang pas. Saat itu, masih banyak nomor-nomor cantik yang biasa di pakai, seperti no 10, no 11, no 7,,tapi pilihan saya tetap jatuh ke no 13, nomor yang tidak banyak orang yang menyukainya, nomor yang dianggap taboo dan penuh kesialan. Btw i dont believe that :D. Akhirnya saya pun mengenakan nomor punggung kebanggaan saya, penuh kepuasan mengenakannya dan penuh kebanggaan saat itu kami berseragam.

futsal

(gimana? keren ga?)

Sebelum main, jangan lupa pemanasan ya. Soalnya besok tetep ngantor loh. Pengalaman kita sebelumnya main tanpa ada pemanasan yang cukup, mengakibatkan pegal2 dan sulit untuk naik tangga ke lantai 3. Hihihi, kali ini jangan sampe deh.

Pertandingan berlangsung seru, tidak bisa dijelaskan seseru apa, pokoknya heboh deh. Salip menyalip angka terjadi, walaupun awalnya kami unggul tapi akhirnya kami juga ketinggalan angka. Kami kalah, dan tetap semangat. Sumbangsih 1 gol tercatat dalam sejarah kehidupan seorang Nanda. Riuh tepuktangan penonton untuk 1 gol indah saat itu, dan tetap akan saya ingat selalu (sayang ga ada 3gp nya :D ).

Terimakasih udah mo baca,

,

Obrolan tengah malam-Part 1

February 13th, 2009 by nand

Malam ini tampaknya saya tidak bisa tidur, tidak tau kenapa, banyak sekali yang ada dipikiran saya sekarang. Mungkin juga karena kemarin baru pulang jam 4 pagi karena ada pekerjaan. Intinya pola tidur saya pun berubah. Saat ini, waktu menunjukan pukul 00:27, wah berarti hari ini sudah tanggal 14 (berbeda waktu di server saya mungkin). tanggal 14 feb katanya sih hari kasih sayang dan biasanya dapet coklat nih dari fans2 saya diluar sana. Tapi saya tidak merayakan hal tersebut, ini adalah hari biasa, sama seperti hari sabtu lainnya.

Saat ini pun saya membajak modem 3g kakak saya yang sudah tidur, karena biasanya kakak saya tidak meminjamkan saya alat tersebut. Yah, saya manfaatkan saja untuk menemani waktu tidur saya saat ini.

Kembali ke masalah tidak bisa tidur, saat ini saya chat dengan beberapa teman saya. Pertama adalah teman kost saya dulu, dimulai dari kata2an, di isi hina2an, dan di akhiri ledek2an. Yup, isinya kita saling ledek. Perhatikan saja di Facebook saya dan si orang pertama ini.

Yang kedua, teman kantor saya yang sedang bertugas di Sumatra. Dilihat statusnya(di facebook) tampaknya dia sedang bingung dan kaget dengan suatu hal. Sambil ngobrol, saya coba mencari tahu apa yang dia kagetkan, namun gagal karena dia tidak mau cerita. Tampaknya beliau kaget dengan suatu foto di Facebook sana atau perubahan status dari seseorang. Dan teman kedua saya logout di tengah2 perbincangan kita (kabur nih,,awas besok)

Teman chat ketiga saya adalah teman kelas saya waktu kuliah. Dia sedang pulang kerja(jam 11.30 baru pulang). Berat pekerjaan beliau, dia sempat mengeluh kalo besok ada kerjaan lagi. Kasihan bapak satu ini, kami pun ngobrol2 sambil menghilangkan rasa suntuk kita masing2. Diawali dari obrolan yang menyinggung facebook juga tentang perubahan status dari teman2nya. Entah apa yang ada di facebook saat itu, kita pun ngobrol2 tentang masalah masing2. Kerjaan kantornya berat, dilanjutkan lagi tentang ada seseorang wanita yang add dia di facebook, dan dihentikan obrolan kita karena beliau mau mandi (malem2 loh).

Teman keempat saya adalah teman lab saya dulu. Beliau sebentar lagi akan sidang. Melihat statusnya di facebook juga, yang tengah malam gini dengan kata2 berat. Yang isinya tentang meminta keadilan. Sungguh berat yang ada di pikiran kawan saya satu ini, namun di akhiri dengan pernyataan kesadaran dari beliau yang menyadari bahwa dirinya kurang mensyukuri. Mungkin banyak pikiran beliau, karena masa2 pra sidang sungguh suatu hal yang cukup membuat pusing.

Teman kelima saya, adalah teman SD,SMP saya yang baru ketemu lagi setelah sekian lama. Tumben juga malem2 gini beliau online. Obrolan pendek pun tercipta saat itu. Intinya beliau sedang mengalami suatu kejadian yang unik, dan mungkin besok akan beliau ceritakan tidak lewat media chat ini. Karena sudah jam tidur juga saat ini, beliaupun pamitan untuk bergegas menuju tempat tidurnya.

Teman chat keenam saya adalah saudara saya. Beliau ini seumuran dengan saya dan kebetulan sedang berada di Indonesia, karena beliau bekerja tidak di negri ini. Rencana kedepan beliau akan ke Singapore untuk kembali bekerja. Obrolan saat itu mengenai canda foto dia dan pasangannya yang di publish. Entah mengapa terlihat, padahal untuk private. Besok saya pun membuat jadwal untuk jalan dengan beliau, karena tampaknya besok hari yang free untuk saya.

Teman ketujuh saya, agak unik. Ada di plurk dan kenal di plurk aja. Lagi sama-sama tidak bisa tidur tampaknya, kita pun ngeplurk saat itu. Tadi siang plurknya tentang mimpi siang bolong, dan karena tidur siang tampaknya beliau tidak bisa tidur malam sekarang, dan kami pun ngeplruk :D.

Tujuh orang saat ini, dan semuanya membawa cerita sebelum tidur saya. Semuanya membawa masalah kehidupannya. Pekerjaan, kegiatan, Tugas akhir dan juga hanya sekedar menyapa dan ngata2in. Saya pun juga sedikit menceritakan kejadian yang saya alami kepada mereka, namun denga porsi yang tidak sama. Teman pertama saya, mungkin sedikit sekali menyinggung masalah saya, karena momenya untuk hiburan saat itu. Berbeda dengan teman kedua dan ketiga saya, yang saat itu mereka bisa di jadikan teman bicara.

Makasih semuanya udah nemenin ketidak bisa tiduran saya. Cerita kalian membuat saya merasa terhibur akan masalah saya sendiri secara tidak langsung. Karena kalian saya tahu kenyataan lain secara tidak langsung. Berkat kalian, saya mengetahui masalah saya tidak seberapa dengan kalian. Hanya bisa bersyukur, semoga semua persoalan dapat diselesaikan dengan baik semuanya. Sudah malam, mugkin sudah mengantuk. Coba merem dulu deh sekarang. Yang mau ngobrol malem2 dengan saya bisa add YM saya di always_nanda.

Ps : I know it

Malaikat yang lelah

February 11th, 2009 by nand

Tak pernah lelah,

membuktikan padamu

Tak kenal lelah,

menunjukan untukmu

Tak ingin lelah,

melindungi dirimu

menunggu

akankah ada saat untuk memilih?

bukan menjadi malaikat

waktu-nilai jam anda(part 1)

February 5th, 2009 by nand

Berawal dalam perbincangan berdua dengan seorang sahabat bernama Bimantara.  Terlontar suatu percakapan yang cukup menarik. Sebelum itu mungkin saya belum tersadar bahwa ternyata hal itu [memang] ada benarnya juga. Selama itu juga saya masih belum cukup paham dan menghayati arti kata “waktu adalah uang”.

Sederhana mungkin percakapan kami waktu itu, disaat perjalanan untuk makan siang. Waktu itu memang kami sedang berada di Jakarta, sebelumnya Bimantara (bim-bim) sedang melakukan proyek di Batam, sedangkan saya di Surabaya. Kita berbincang yang kira-kira sebagai berikut.

“Sebetulnya perusahaan itu membayar waktu kita”
“Kenapa seperti itu?”
“Coba kamu pikir, dari segi kesulitan pekerjaan kita tidak terlalu sulit (percaya?)”

Memang betul, pekerjaan kita saat itu tidak terlalu sulit. Ibaratnya siapapun dapat melakukannya dengan belajar beberapa minggu pasti sudah cukup mahir, tinggal masalah troubleshut dan penyimpanggan lainnya.

“terus maksudmu?”

“Perusahaan membayar waktu kita. Waktu yang dibayar untuk kita berbeda dengan waktunya Pak Christ (atasan saya saat ini). Keberadaan pak Christ tiap jam lebih berarti dari keberadaan kita dengan jam yang sama. Ketika kita Dinas di luar kota, kita dapat bayaran lebih, karena perusahaan sedang menggantikan waktu kita. Perusahaan sedang membayar waktu yang kita punyai. Perusahaan membayar waktu kita yang seharusnya ada di keluarga kita, untuk kepentingan perusahaan.”

Inti yang ingin dikatakan Bimantara seperti itu. Bagaimana kita menjual “diri” kita sendiri. Apa yang kita pantas jual untuk perusahaan saat ini, berapa harga jam kita untuk perusahaan saat ini?

Sayapun terharu membaca blog ini (bacalah bagi anda yang sibuk dengan pekerjaan anda). Inti ceritanya seorang anak yang rela berusaha menabung uang jajannya untuk membayar sang ayah yang sibuk bekerja. Sang anak hanya mampu membayar setengah jam dari “nilai jam” sang ayah hanya untuk bermain ular tangga bahkan sampai meminjam (ngutang) pada sang ayah lima ribu rupiah. Lima ribu rupiah, kenyataanya sang ayah mampu memberikan mainan yang nilainya lebih dari 10 kali lipat dari uang tersebut.

Tersadar akan hal ini, membuat saya melihat hari-hari yang telah saya lalui di kehidupan saya. Ketika semua pihak menuntut waktu yang saya miliki. Sering sekali keinginan mereka semua terbentur karena masalah waktu, karena waktu yang saya miliki hanya satu dan tidak lebih. Maafkan saya jika pilihan saya waktu itu mengecewakan pihak lain. Sungguh perjuangan untuk membagi waktu, dan cukup sulit menerima perlakuan “kamu tidak ada disini”.

Apa diriku pernah meminta bayaran untuk waktu ku saat bersama kalian? Karena aku tidak akan memintanya dari seorang yang ku sayangi (keluarga, teman, sahabat)
Mungkin aku tidak ada setiap saat disamping kalian,
Seandainya aku punya waktu lebih dari satu..sehingga aku bisa memenuhi keinginan kalian semua
Mungkin waktu yang telah saya lewati kalian nilai tidak baik,,tidak perlu egois
Mungkin waktu juga yang akan menjawabnya..(ya Allah, waktu lagi)

Waktu adalah suatu satuan yang dimiliki oleh semua manusia tanpa memandang status. Siapapun kita, kita mempunyainya. Waktu sangat berharga, lebih berharga dari sekedar uang. Manfaatkan dengan bijaksana, dan aturlah sebaik mungkin.

Hujan

February 3rd, 2009 by nand

Hey matahari, dimana kah dirimu?
mana janjimu kepada sang pencipta untuk selalu terbit dari timur dan tenggelam di barat sampai akhir waktu
Lupakah dirimu akan hal itu?
Kenapa hujan menjadi korban semua ini?

Mungkin diriku ini terlalu egois mendambakan kehadiranmu
Karena ku tau, kehanggatanmu lah yang di nantikan banyak orang
Keberadaanmu menceriakan setiap insan di sekitarmu
Aku membutuhkanmu di tiap hariku, karena ku tahu ketika hujan aku juga kehilangganmu

Terlena diriku akan hari-hari bahagia dengan kehadiranmu
Kenyataannya diriku terlupa bahwa ada saat dimana kau tidak lagi bersinar
Saat dimana kehanggatanmu tertutup oleh awan tebal itu
Awan yang menutupi sinarmu
Karena hanya sinarmu itu yang mampu bukan sinar lainnya
Barulah kusadari dirimu tidaklah kekal namun tidak tergantikan

Mungkin ini salahku, manja diriku ini yang terlalu bergantung akan dirimu matahari
Bukan maksud hati aku membencimu hujan
mungkin diri ini yang terlalu takut akan dinginnya airmu
Karena tidak mungkin kalian hadir bersamaan wahai hujan dan matahari

Diriku hanya bisa terkagum-kagum pada dirimu hujan
Engkau sering di perlakukan tidak adil
Dirimu dianggap musibah karena menghalangi sang matahari
Kehadiranmu tidak dinantikan banyak insan
Kehadiranmu  tidak sebanding dengan kehadiran matahari
Apa karena itu engkau selalu hadir menangis?

, ,