Hi im chrisnanda,,im just ordinary man with many weakness.. welcome to my blog, and enjoy it

Zakat – indahnya memberi

Dari Abu Hurairah radiyallahu anhu. bahwasanya Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

”Tidak akan tiba hari kiamat sehingga ada dua golongan besar saling bunuh-membunuh, antara keduanya terjadi peperangan besar sedang dakwahnya adalah satu.

Juga tidak akan tiba hari kiamat sehingga banyak kaum dajal, tukang berdusta yang jumlahnya hampir tiga puluh orang semuanya mengaku bahwa dirinya adalah utusan Allah.

Tidak akan tiba pula hari kiamat sehingga ilmu pengetahuan dilenyapkan.

Demikian pula sehingga banyak keguncangan (gempa bumi). Zaman berdekatan sekali. Banyak timbul fitnah. Banyak pembunuhan.

Banyak pula harta sampai melimpah ruah, sehingga orang yang memiliki harta sukar sekali mencari orang yang suka menerima sedekahnya sampai ia menawarkan hartanya, tetapi orang yang ditawari berkata, ”Saya tidak membutuhkan harta lagi”.

Masih dalam suasana Ramadhan, saya akan mecoba menulis sesuatu yang benapaskan islami. Kutipan diatas adalah salah satu tanda-tanda akhir zaman. Seperti yang di sebutkan diatas, hampir semuanya sudah lumrah terjadi di Bumi kita ini. Di mana sudah banyak pembunuhan, pendusta dimana-mana, pengakuan utusan Allah dari sekelompok golongan, dan merakyatnya Fitnah Dunia.

Sudah hampir beberapa bulan ini saya sudah tidak mengkonsumsi acara-acara dari televisi. Isinya sekarang gampang ditebak. Kawin cerai dari Selebriti yang di ulang di tiap jam tiap hari dan di tiap channel. Reality show yang monoton, berisikan saling hujat, saling membongkar aib keluarga, dan membuat pusing yang ingin mencari hiburan seperti saya. Apakah arti kata ‘hiburan’ yang sudah berubah arti? sehingga tontonan tentang seperti itu dapat menghilangkan stress . Ulasan berita tidak henti-hentinya memberitakan Penyiksaan di kalangan artis dan ujung2nya korban jadi bintang utama di sinetron Ramadhan . Teror bom bukan menjadi hal yang luar biasa lagi, bahkan sudah setara dengan tindak kriminal lainya .Semakin menguatkan hati saya untuk mematikan tivi dan mulai membuka laptop untuk browsing-browsing untuk hal yang lebih jelas dan berguna.

Kembali ke masalah tanda-tanda akhir zaman. Beberapa bulan belakangan ini pun terjadi bencana alam di Indonesia . Gempa bumi melanda Pulau Jawa. Penyakit mulai mewabah, dari mulai Flu burung sampai ke Flu Swine. Bencana lagi, Tampaknya Bumi ini sudah tua, sudah lelah untuk berputar pada porosnya.

Semua hal tersebut sudah sering terjadi kecuali kutipan yang saya masukan di baris terakhir.

Banyak pula harta sampai melimpah ruah, sehingga orang yang memiliki harta sukar sekali mencari orang yang suka menerima sedekahnya sampai ia menawarkan hartanya, tetapi orang yang ditawari berkata, ”Saya tidak membutuhkan harta lagi”.

Ini lah tanda-tanda akhir zaman yang belum ada. Dan hal ini lah yang harusnya disadari oleh kita semua betapa beruntungnya hal tersebut. Jika memang harta sudah sangat melimpah sehingga tidak ada lagi pengemis, tidak ada lagi fakir, miskin, tidak ada lagi wajib zakat, tidak ada lagi cara kita untuk bisa beribadah.

Meyakini akan suatu hal, bahwa semua harta ini adalah suatu titipan, bukan hal yang kekal dan di bawa mati. Dan menyadari bahwa di atas harta kita ada hak untuk orang lain. Ga banyak, cuma 2,5% aja. Kesempatan memberi ini masih ada di dunia kita ini, masih banyak yang lebih tidak beruntung dari kita. Dan yakini memberi dengan iklash tidak akan mengurangi harta kita, justru menambah dan semakin di limpahkan rizkyNya lagi.

Bersedekahlah dengan iklash, niscaya Allah akan melapangkannya lagi rizkyNya. Menabunglah untuk bekal di akhir nanti, bukankah Allah sudah memberi tau itu semua akan melindungi kita dari api neraka Kelak. Di bulan Romadhon ini, kesempatan kita untuk berzakat terbukan lebar. Selamat berzakat, selagi masih ada yang bisa di beri Zakat dan selagi anda masih bisa berzakat

Ps :
Iklash lah sesuatu karena Allah, Niscaya Allah akan memberikan nya Pengganti yang lebih baik lagi .

[kini] Titik hitam di gedung putih

Barack Obama

Siang ini di Amerika sedang berlangsung pelantikan pemimpin barunya yang ke 44. Berdeda dari presiden sebelumnya, kali ini calon presiden berasal dari kalangan minoritas, kalangan dimana dahulu adalah kalangan terjajah, dan kalangan yang mendapat perlakuan tidak adil. Apapun masa lalu tersebut, kini Amerika sendiri yang telah memilih, memilih suatu pilihan yang baru, yang mereka yakini adalah pilihan terbaik untuk saat ini.

Seorang warga kulit hitam berhasil meraih simpati warga Amerika untuk mendukungnya yang bahkan mengungguli pesaingnya yang berasal dari warga kulit putih. Mungkin inilah demokrasi yang sesungguhnya, dimana kemungkinan menang bisa diperoleh siapa saja, bukan berasal dari jual beli suara, bukan berasal dari iklan yang berlebihan, seorang yang mampu menang walaupun dari kelompok minoritas.

Perlakuan diskriminatif itu kini sudah selesai. Tindak intimidasi terhadap warga yang dulunya di ambil hanya sebagai budak belian kini sudah tidak ada. Mereka sudah setara, mereka sudah setaraf dan mereka kini sederajat. Obama seakan-akan menutup dengan pasti sejarah kelam orang kulit hitam di Amerika. Kini orang kulit hitam lah yang memimpin, yang dipilih, yang dipercaya untuk membawa maju suatu Negara terkuat saat ini.

Apakah kita pernah memilih untuk dilahirkan dimana? Apakah kita pernah memilih untuk dilahirkan untuk warna kulit hitam? Apakah kita memilih untuk dilahirkan di lingkungan miskin? Karena kita tidak bisa memilih.

Semoga dengan perubahan yang dialami oleh Amerika dapat menciptakan suasana baru untuk dunia. Menciptakan suatu kestabilan ekonomi dunia, kedamaian dunia, dan juga kemakmuran dunia. Karena dengan muculnya pemimpin dari kalangan minoritas ini, dari kalangan yang dulunya mendapat ketidakadilan harusnya dapat lebih tahu perasaan perlakuan saat itu dan tidak melakukan perbuatan yang sama. Semoga dirinya dapat menjadi harapan, bukan hanya bagi warga Amerika, tapi untuk warga dunia, dan juga Negara yang sedang terlibat perang seperti Palestina dan Israel.

Dongeng

Dongeng, suatu kata yang damai sekali untuk disimak. Karena kata ini tidak pernah berkaitan dengan unsur negatif sekecilpun. Mempunyai makna yang indah, bersifat mendidik, menjunjung unsur kepahlawanan, menggali nilai kebaikan dan membuat orang senang jika mendengarkannya saat itu.

Sewaktu kecil, saya pun pernah didongengi. Masih teringat waktu itu dirumah lama keluarga kami, sewaktu saya masih berumur 7 tahun. Eyang (nenek) saya menceritakan cerita dongeng legendaris “si Kancil”. Waktu itu ceritanya sederhana sekali, menceritakan si kancil yang suka mencuri timun pak tani. So simple, but why i like it? Akupun hanya bisa terlelap tanpa mendengar ending dari cerita si Kancil itu. Mataku sudah terpejam karena sudah mengantuk sekali, di kasur kecil kami yang berbagi dengan eyangku saat itu. Kasur kami tidak besar, bukan kasur yang mewah seperti springbed, hanya kasur kapuk yang tergelar di lantai dan dilengkapi seperangkat bantal dan guling sederhana.

Sebelumnya saya pernah membaca blog dari teman saya. Yang pertama dari Leonardo, seorang teman masa SD saya. Dia menceritakan yang intinya, tiap dari kita adalah pahlawan. Semasa kecil kita pasti ingin menumpas kejahatan, menyelamatkan bumi, menjadi jagoan yang bisa menolong orang yang membutuhkan dan tidak pernah di waktu kecil kita yang mau menjadi seorang penjahat (benar ga?). Bahkan ketika kita bermain dengan sebaya kita di masa kecil, kita selalu berebut menjadi tokoh baiknya, berlomba-lomba menjadi pahlawan, pahlawan yang baik penyelamat bumi .

Hal yang sama juga di ungkapkan oleh sodara Anggis. Dia menyebutkan 10 tokoh fiktif favoritnya, tokoh utama yang menjadi kebanggannya. Dan tebak apa yang dia masukan? kesemuanya tokoh BAIK. Anda pun seperti itu, jika diminta menuliskan tokoh faforit anda saat ini, apapun yang anda tuliskan (bukan sulap bukan sihir) pasti adalah tokoh utama BAIK. Setidaknya itu baik menurut anda.

Kembali ke masalah dongeng. Dongeng biasanya terjadi antara orang tua dan anak. Saya anggap seperti itu, tetapi kenyataannya bisa saja terjadi pada seorang suami istri, sepasang pacar (ehm2) yang ingin menambah romantisme cinta mereka. Apapun hal itu, dongeng pastilah menenangkan orang yang membutuhkan, membuat mereka damai dan terkantuk ataupun terlelap. Karena kita tahu, kedamaian itu menentramkan, apalagi jika hal itu terucap dari seorang yang kita cintai.

Sama seperti kejadian menjadi tokoh baik, dongeng menceritakan suatu tokoh heroic. Seperti sinetron, tokoh baik dan jahat dalam dongeng dapat di tebak dengan mudah. Bukan maksud menjelek-jelekan Sinetron, tapi sangat lazim jika dongeng seperti itu. Karena dongeng harus lah yang mudah di pahami, jalan cerita yang tidak berliku-liku dan seperti yang saya katakan “it’s simple”. Mungkin sinetron Indonesia saja yang kurang kreatif dalam membuat cerita (maaf). Tokoh yang ada di dongeng itu sendiri biasanya adalah baik, kalaupun jahat dia akan menjadi baik (seperti kancil). Sayapun tidak membatasi dia harus berupa manusia, karena yang menjadi tokoh utama bisa siapa saja. Bisa seorang Pangeran / Kesatria dengan baju besi dan pedangnya, bisa seekor kancil, bisa sebuah mobil, apapun bisa menjadi tokoh karena ini adalah fiksi.

Sewaktu kecil, kita (setidaknya saya) senang mendengar hal itu. Kalaupun itu tertulis di buku cerita, kita lebih senang mendengarnya. Karena itulah dongeng, kedamaian yang dicari, ketenangan untuk mencegah mimpi buruk, dan karena tidur yang kurang nyaman. Ada suatu Cinta dalam dongeng, antara pendongeng dan yang mendengarkan. Sang pencerita dongeng hanya ingin dan bermaksud satu hal, dapat memberikan kesejukan, kedamaian untuk dirinya, setidaknya sampai dia lupa dengan masalah dunia, masalah yang menghantui dirinya. Yang mendengar pun hanya bertujuan mencari kedamaian, tidak peduli dengan apa isi dongeng, apapun ceritanya, hanya karena mendengar suaranya saja itu sudah dapat memberikan kedamaian, karena dia mengetahui jika dia menyempatkan waktunya untuk menceritakan dongeng artinya rasa sayang itu adalah nyata.

Kenyataanya ternyata tidak sebaik kehidupan dongeng. Sudah lupakah anda dengan niat baik anda? lupakah kita dengan nilai luhur kita sewaktu kecil? Kita semua sudah memilikinya, paling tidak sewaktu kecil akita pernah bermimpi menjadi tokoh baik. Fiksi mungkin, tapi niat anda adalah nyata. Bukan begitu?

Apa kita merasa dibodohi? Hanya karena cerita itu merupakan karangan seseorang? Hanya karena kita tahu bahwa itu adalah suatu cerita anak-anak yang TIDAK mungkin ada. Mengetahui kenyataan bahwa dongeng adalah fiksi adalah alasan kita berhenti berbuat baik. Apa kita lebih baik tidak mengetahui kenyataan tersebut saja? Dimana diri kita yang berebut menjadi tokoh jagoan, kemana diri kita yang saat itu ingin menjadi BAIK? Tanyakan pada diri sendiri, dan tidak perlu di jawab.

Dongeng mungkin adalah hanya salah satu contoh kecil, hal sederhana yang di lakukan saat ritual sebelum tidur. Namun sadarkah betapa besarnya besar dampaknya, memupuk kepribadian baik, memberikan contoh kecil kehidupan baik dan buruk, memberikan suatu idola yang akan dia tiru, dia inginkan dan akan dia lakukan.

Mari kita semuanya instropeksi diri, mengingat keluguan masa kecil tersebut, nilai luhur yang kita sempat miliki, yang harusnya kita jaga dalam diri, yang harusnya kita kembangkan di masa dewasa ini, kini malah mulai memudar di masa dewasa.

[ask] Sabar

category: prespektif  tag: , 4 Comments

Saat ini saya sedang bingung memahami arti dari kata sabar, apakah pemahaman yang saya miliki ini betul atau tidak saya sendiri tidak tahu. Dan saat ini saya meminta bantuan temen-temen semua yang sedang membaca ataupun sekedar lewat untuk membantu saya menjawab sedikit pertanyaan yang ada. Saya minta jawaban sejujurnya, seserius dan seiklash mungkin. Semoga semua jawaban anda dapat membantu saya ataupun temen-temen yang sedang bingung seperti saya.

Apakah arti sabar menurut pendapat kalian? Pernahkah kalian bersabar? Jika pernah, sebesar apakah sabar yang pernah kalian lakukan? Apa benar sabar itu ada batasnya? Apa keuntungan kalian dapatkan dari bersabar dan apa ruginya kalian berbuat sabar? Apakah sabar sama dengan pengecut? Apakah sabar sama dengan tidak berbuat apa-apa?

Mirip pelajaran PPKn ya? Terimakasih atas perhatiannya

Wajah Jakarta 06.00 WIB

Sering banyak yang bilang, kalau jakarta merupakan kota yang tidak ramah. Tingkat kriminalitas tinggi, hal ini dibuktikan dengan banyaknya media massa yang menghumbar berbagai jenis kriminalitas dari mulai pelecehan, mutilasi, narkoba, penculikan, penistaan agama, dan itu semua paling banyak terjadi di Jakarta. Kota Jakarta terkenal macet, banjir, dan juga panas. Namun kenapa masih banyak orang di jakarta? kenapa tinggkat populasinya begitu tinggi? Padahal sudah jelas keburukan-keburukan ada di Jakarta saat ini.

Faktor utama tinggat kepadatan penduduk di Jakarta yang tinggi tidak lain dikarenakan oleh Jakarta adalah sumber uang. Hal ini mendorong penduduk tetap bertahan di Jakarta, bahkan menjadi daya tarik bagi masyarakat lain untuk datang ke Jakarta. Ini bukan suatu keunggulan, namun justru adalah kelemahan yang justru awal dari segalanya. Kurang keseimbangan tinggkat pekerjaan pada daerah-daerah lain ini menjadikan orang untuk berpindah ke pusat kehidupan untuk mencari penghasilan.

Penuh perjuangan untuk hidup di Jakarta, bukankah sudah banyak yang bilang Jakarta kota yang keras. Nah, terlepas dari hal itu semua, Jika anda ingin melihat sosok Jakarta yang masih “menyenangkan”, jika anda ingin melihat Jakarta yang “baik”, pergilah pada pukul 06.00 WIB. Kenapa begitu?

Tidak bisa dipungkiri, pagi adalah awal dari kehidupan berlangsung setiap hari. Mungkin dari mulai TK, sampai Dewasa hal ini terjadi. Pagi lah dimana semua orang memulai kegiatan mereka. Dari mulai bekerja, sekolah, ibu rumah tangga dan lainnya. Mungkin yang paling banyak terasa adalah masyarakat yang sudah bekerja atau sekolah, dimana perjuangan dibutuhkan untuk sampai di tempat aktifitas mereka.

Pukul 06.00 matahari sudah terbit, sudah tidak gelap lagi pada saat itu. Jika anda melakukan perjalanan ke tempat tujuan anda, berangkatlah pada jam tersebut, boleh kurang tapi jangan lebih. Pada Jam tersebutlah berkumpul manusia-manusia rajin, pada saat itulah anda akan bertemu manusia-manusia pekerja keras, pada saat itu lah anda bertemu manusia-manusia yang ramah. Pada saat itu lah anda bertemu sopan santun yang ada pada pagi hari.

Dalam perjalanan anda tidak akan saling rebut untuk mendahului, karena jalan masih tersedia lebar. Anda tidak akan mengalami kemacetan, karena semua masih teratur. Anda tidak perlu membunyikan klakson anda, karena anda tidak mau merusak kedamaian yang ada pagi itu.

Pagi itu jika anda menggukan angkutan umum, anda akan menemui angkutan kota yang mungkin sudah penuh. Namun jangan takut, semua yang ada di angkutan tersebut adalah orang-orang yang rajin, yang peduli sekitar, yang pekerja keras dan tidak ada satupun dari mereka akan berbuat seenaknya. Anda juga akan bertemu dengan anak sekolah, anak sekolah yang ada saat itu adalah anak yang rajin, anak yang pandai, anak yang tau akan arti sekolah untuk menimba ilmu, dan satu tipe lagi anak sekolah yang dateng pagi untuk menyalin PR (saya banget), namun kita hargai hal itu, karena dia rela bangun lebih pagi untuk berjuang menyelesaikan tugasnya, datang lebih pagi kerena penasaran tidak bisa menyelesaikan soal yang sulit (saya banget ).

Salut untuk wajah Jakarta di Pagi hari. Usahakanlah datang pagi, walaupun jam masuk anda mungkin jam 8 atau lebih. Banyak keuntungan yang anda dapatkan di pagi hari, pikiran anda masih segar saat itu, anda masih bisa berpikir jernih, anda masih bisa terseyum sampai di Kantor ataupun sekolah, bukan wajah kusut yang anda berikan pada Bos anda atau guru anda, tapi wajah penuh semangat dan penuh senyum. Jika anda di Jakarta cobalah Jakarta 06.00 WIB karena jika anda tipe Jakarta 07.00 WIB atau lebih, siap-siap lah berperang melawan Jakarta.