Hi im chrisnanda,,im just ordinary man with many weakness.. welcome to my blog, and enjoy it

waktu-nilai jam anda(part 1)

category: uneg-uneg  tag: 8 Comments

Berawal dalam perbincangan berdua dengan seorang sahabat bernama Bimantara.  Terlontar suatu percakapan yang cukup menarik. Sebelum itu mungkin saya belum tersadar bahwa ternyata hal itu [memang] ada benarnya juga. Selama itu juga saya masih belum cukup paham dan menghayati arti kata “waktu adalah uang”.

Sederhana mungkin percakapan kami waktu itu, disaat perjalanan untuk makan siang. Waktu itu memang kami sedang berada di Jakarta, sebelumnya Bimantara (bim-bim) sedang melakukan proyek di Batam, sedangkan saya di Surabaya. Kita berbincang yang kira-kira sebagai berikut.

“Sebetulnya perusahaan itu membayar waktu kita”
“Kenapa seperti itu?”
“Coba kamu pikir, dari segi kesulitan pekerjaan kita tidak terlalu sulit (percaya?)”

Memang betul, pekerjaan kita saat itu tidak terlalu sulit. Ibaratnya siapapun dapat melakukannya dengan belajar beberapa minggu pasti sudah cukup mahir, tinggal masalah troubleshut dan penyimpanggan lainnya.

“terus maksudmu?”

“Perusahaan membayar waktu kita. Waktu yang dibayar untuk kita berbeda dengan waktunya Pak Christ (atasan saya saat ini). Keberadaan pak Christ tiap jam lebih berarti dari keberadaan kita dengan jam yang sama. Ketika kita Dinas di luar kota, kita dapat bayaran lebih, karena perusahaan sedang menggantikan waktu kita. Perusahaan sedang membayar waktu yang kita punyai. Perusahaan membayar waktu kita yang seharusnya ada di keluarga kita, untuk kepentingan perusahaan.”

Inti yang ingin dikatakan Bimantara seperti itu. Bagaimana kita menjual “diri” kita sendiri. Apa yang kita pantas jual untuk perusahaan saat ini, berapa harga jam kita untuk perusahaan saat ini?

Sayapun terharu membaca blog ini (bacalah bagi anda yang sibuk dengan pekerjaan anda). Inti ceritanya seorang anak yang rela berusaha menabung uang jajannya untuk membayar sang ayah yang sibuk bekerja. Sang anak hanya mampu membayar setengah jam dari “nilai jam” sang ayah hanya untuk bermain ular tangga bahkan sampai meminjam (ngutang) pada sang ayah lima ribu rupiah. Lima ribu rupiah, kenyataanya sang ayah mampu memberikan mainan yang nilainya lebih dari 10 kali lipat dari uang tersebut.

Tersadar akan hal ini, membuat saya melihat hari-hari yang telah saya lalui di kehidupan saya. Ketika semua pihak menuntut waktu yang saya miliki. Sering sekali keinginan mereka semua terbentur karena masalah waktu, karena waktu yang saya miliki hanya satu dan tidak lebih. Maafkan saya jika pilihan saya waktu itu mengecewakan pihak lain. Sungguh perjuangan untuk membagi waktu, dan cukup sulit menerima perlakuan “kamu tidak ada disini”.

Apa diriku pernah meminta bayaran untuk waktu ku saat bersama kalian? Karena aku tidak akan memintanya dari seorang yang ku sayangi (keluarga, teman, sahabat)
Mungkin aku tidak ada setiap saat disamping kalian,
Seandainya aku punya waktu lebih dari satu..sehingga aku bisa memenuhi keinginan kalian semua
Mungkin waktu yang telah saya lewati kalian nilai tidak baik,,tidak perlu egois
Mungkin waktu juga yang akan menjawabnya..(ya Allah, waktu lagi)

Waktu adalah suatu satuan yang dimiliki oleh semua manusia tanpa memandang status. Siapapun kita, kita mempunyainya. Waktu sangat berharga, lebih berharga dari sekedar uang. Manfaatkan dengan bijaksana, dan aturlah sebaik mungkin.

Dongeng

Dongeng, suatu kata yang damai sekali untuk disimak. Karena kata ini tidak pernah berkaitan dengan unsur negatif sekecilpun. Mempunyai makna yang indah, bersifat mendidik, menjunjung unsur kepahlawanan, menggali nilai kebaikan dan membuat orang senang jika mendengarkannya saat itu.

Sewaktu kecil, saya pun pernah didongengi. Masih teringat waktu itu dirumah lama keluarga kami, sewaktu saya masih berumur 7 tahun. Eyang (nenek) saya menceritakan cerita dongeng legendaris “si Kancil”. Waktu itu ceritanya sederhana sekali, menceritakan si kancil yang suka mencuri timun pak tani. So simple, but why i like it? Akupun hanya bisa terlelap tanpa mendengar ending dari cerita si Kancil itu. Mataku sudah terpejam karena sudah mengantuk sekali, di kasur kecil kami yang berbagi dengan eyangku saat itu. Kasur kami tidak besar, bukan kasur yang mewah seperti springbed, hanya kasur kapuk yang tergelar di lantai dan dilengkapi seperangkat bantal dan guling sederhana.

Sebelumnya saya pernah membaca blog dari teman saya. Yang pertama dari Leonardo, seorang teman masa SD saya. Dia menceritakan yang intinya, tiap dari kita adalah pahlawan. Semasa kecil kita pasti ingin menumpas kejahatan, menyelamatkan bumi, menjadi jagoan yang bisa menolong orang yang membutuhkan dan tidak pernah di waktu kecil kita yang mau menjadi seorang penjahat (benar ga?). Bahkan ketika kita bermain dengan sebaya kita di masa kecil, kita selalu berebut menjadi tokoh baiknya, berlomba-lomba menjadi pahlawan, pahlawan yang baik penyelamat bumi .

Hal yang sama juga di ungkapkan oleh sodara Anggis. Dia menyebutkan 10 tokoh fiktif favoritnya, tokoh utama yang menjadi kebanggannya. Dan tebak apa yang dia masukan? kesemuanya tokoh BAIK. Anda pun seperti itu, jika diminta menuliskan tokoh faforit anda saat ini, apapun yang anda tuliskan (bukan sulap bukan sihir) pasti adalah tokoh utama BAIK. Setidaknya itu baik menurut anda.

Kembali ke masalah dongeng. Dongeng biasanya terjadi antara orang tua dan anak. Saya anggap seperti itu, tetapi kenyataannya bisa saja terjadi pada seorang suami istri, sepasang pacar (ehm2) yang ingin menambah romantisme cinta mereka. Apapun hal itu, dongeng pastilah menenangkan orang yang membutuhkan, membuat mereka damai dan terkantuk ataupun terlelap. Karena kita tahu, kedamaian itu menentramkan, apalagi jika hal itu terucap dari seorang yang kita cintai.

Sama seperti kejadian menjadi tokoh baik, dongeng menceritakan suatu tokoh heroic. Seperti sinetron, tokoh baik dan jahat dalam dongeng dapat di tebak dengan mudah. Bukan maksud menjelek-jelekan Sinetron, tapi sangat lazim jika dongeng seperti itu. Karena dongeng harus lah yang mudah di pahami, jalan cerita yang tidak berliku-liku dan seperti yang saya katakan “it’s simple”. Mungkin sinetron Indonesia saja yang kurang kreatif dalam membuat cerita (maaf). Tokoh yang ada di dongeng itu sendiri biasanya adalah baik, kalaupun jahat dia akan menjadi baik (seperti kancil). Sayapun tidak membatasi dia harus berupa manusia, karena yang menjadi tokoh utama bisa siapa saja. Bisa seorang Pangeran / Kesatria dengan baju besi dan pedangnya, bisa seekor kancil, bisa sebuah mobil, apapun bisa menjadi tokoh karena ini adalah fiksi.

Sewaktu kecil, kita (setidaknya saya) senang mendengar hal itu. Kalaupun itu tertulis di buku cerita, kita lebih senang mendengarnya. Karena itulah dongeng, kedamaian yang dicari, ketenangan untuk mencegah mimpi buruk, dan karena tidur yang kurang nyaman. Ada suatu Cinta dalam dongeng, antara pendongeng dan yang mendengarkan. Sang pencerita dongeng hanya ingin dan bermaksud satu hal, dapat memberikan kesejukan, kedamaian untuk dirinya, setidaknya sampai dia lupa dengan masalah dunia, masalah yang menghantui dirinya. Yang mendengar pun hanya bertujuan mencari kedamaian, tidak peduli dengan apa isi dongeng, apapun ceritanya, hanya karena mendengar suaranya saja itu sudah dapat memberikan kedamaian, karena dia mengetahui jika dia menyempatkan waktunya untuk menceritakan dongeng artinya rasa sayang itu adalah nyata.

Kenyataanya ternyata tidak sebaik kehidupan dongeng. Sudah lupakah anda dengan niat baik anda? lupakah kita dengan nilai luhur kita sewaktu kecil? Kita semua sudah memilikinya, paling tidak sewaktu kecil akita pernah bermimpi menjadi tokoh baik. Fiksi mungkin, tapi niat anda adalah nyata. Bukan begitu?

Apa kita merasa dibodohi? Hanya karena cerita itu merupakan karangan seseorang? Hanya karena kita tahu bahwa itu adalah suatu cerita anak-anak yang TIDAK mungkin ada. Mengetahui kenyataan bahwa dongeng adalah fiksi adalah alasan kita berhenti berbuat baik. Apa kita lebih baik tidak mengetahui kenyataan tersebut saja? Dimana diri kita yang berebut menjadi tokoh jagoan, kemana diri kita yang saat itu ingin menjadi BAIK? Tanyakan pada diri sendiri, dan tidak perlu di jawab.

Dongeng mungkin adalah hanya salah satu contoh kecil, hal sederhana yang di lakukan saat ritual sebelum tidur. Namun sadarkah betapa besarnya besar dampaknya, memupuk kepribadian baik, memberikan contoh kecil kehidupan baik dan buruk, memberikan suatu idola yang akan dia tiru, dia inginkan dan akan dia lakukan.

Mari kita semuanya instropeksi diri, mengingat keluguan masa kecil tersebut, nilai luhur yang kita sempat miliki, yang harusnya kita jaga dalam diri, yang harusnya kita kembangkan di masa dewasa ini, kini malah mulai memudar di masa dewasa.

hei,,nand is back!!

category: uneg-uneg  tag: No Comments

cuma mo bilang,,setelah lama tidak aktif lagi di dunia ini dan juga setelah selesai dengan kesibukan rutin di masa lalu yang menjemukan,,saya akan mencoba kembali untuk menulis. Semoga dapat memberikan informasi ato masukan kepada kalian semua yang tentunya yg bermanfaat.

Tapi bingung juga ingin menulis apa, karena mungkin daya kreatifitas saya yang menurun ato juga karena kesibukan yang ada sehingga jarang melakukan explorasi. Jika ada  masukan, kritik, dan saran silakan di sampaikan saja y..

-nand-

Bill gates dateng ke Indonesia?ngapain sih?

Kamis kemarin Pak bill gates dateng ke Indonesia, walau cuma liat di berita tapi ikut ngikutin juga perjalanannya orang no 1 di Microsoft ini. Yup, kalo ngomongin orang ini ujung-ujungnya ketemu dengan operating system (ga mungkin kan dia bahas bensin yg naik? ). Yang menarik adalah perjalanan Pak Bill ini di Indonesia adalah pertama di sambut di Istana, kenapa ya? Sebagai salah satu orang terkaya di dunia, Bill gates terkenal akan sifat dermawannya. Hal ini yang membuat saya salut terhadap Pak Bill Gates, begitu peduli akan rakyat miskin..

Selanjutnya ada kutipan di berita yang menyatakan bapak Menristek kita menginginkan ‘opensource’ kan Windows. Sepertinya perkataan Bapak kita satu ini begitu tidak melihat kondisi tanah air. Gimana tidak? linux sebagai Operating-system yang opensource seakan-akan tidak di pandang. Sudah jelas ada yang open source betulan. Kalau pun OS windows jadi opensource, software2 lain yang bekerja di windows apakah akan opensource juga? Saya rasa tidak, harganya tetap ratusan Dolar . Untuk mengurangi pembajakan, Pak mentri seharusnya lebih meningkatkan pengenalan masyarakat akan OS-OS opensource. Kan malu pak di cap sebagai negara pembajak.