Hi im chrisnanda,,im just ordinary man with many weakness.. welcome to my blog, and enjoy it

Bandung 14-15 Maret 2009

Setelah sekian lama, akhirnya saya sampai juga ke Bandung. Yup, sudah lama sekali tidak mengunjungi kota kedua saya ini. Terakhir saya kesana bulan january yang lalu tgl 24-26 Januari 2009 saat liburan Imlek. Bagi saya itu jenjang waktu yang lama sekali untuk kembali ke bandung coret semenjak menetap di Jakarta [lagi]. Kota kita tidak terlampau jauh dibanding kota lain, namun karena keterbatasan waktu (lagi-lagi waktu) hal ini menjadi sulit sekali terealisasi.

Mungkin banyak teman-teman saya yang seperti saya. Bukan orang Bandung, tapi kuliah di kota tersebut selama beberapa tahun lalu lulus dan bekerja di kota lain. Namun tidak tahu, apakah perasaan yang lain seperti saya yang begitu menyukai kota ini. Seakan-akan kota ini adalah rumah kedua saya. Pernah saya waktu liburan kuliah selesai tak sengaja berkata seperti ini kepada Ibu saya. “Mam, Nanda pulang dulu ya”. Secara tidak sadar, saya menyebut kota ini rumah untuk pulang. Sentak Ibu saya pun berteriak dan mengingatkan saya bahwa rumah saya itu di sini (Blok E/6 Komp DPR-RI).

Mungkin ada sesuatu pada kota ini. Jawabanya adalah saya punya Keluarga [lagi] disini. Temen2 kostan saya yang rajin (bet ), temen-temen kelas saya yang tersisa dan temen-temen di gedung E. Mereka semua adalah alasan saya untuk tetap ke Kota ini. Mereka sering sekali menanyakan kapan ke Bandung? kapan kita jalan2 lagi? pertanyaan ini terus ada di tiap akhir pekan saya, dan terus terang itu sangat-sangat menggoda. Dengan adanya urusan lain mungkin tidak bisa saya sesering mungkin ke sana. Seneng banget saya belum pernah terbebas dari pertanyaan “kapan ke Bandung?”di tiap akhir pekan, serasa saya diharapkan kehadirannya, seakan nama saya ADA di Bandung dan tidak TERLUPAKAN.

Perjalanan pun terjadi dan diawali dengan tragedi. Saya nyasar menuju tujuan . Aneh ya, sudah kurang lebih empat tahun melakukan perjalanan menuju Bandung coret ternyata masih bisa nyasar juga untuk pertama kalinya (untuk menuju kampus ya,,kalo selain itu mah sering banget nyasar ).  Ceritanya gini, karena tujuan saya menuju Kostan Aliyaplex yang alamatnya masih samar di ingatan saya tepatnya. Untungnya saya masih online YM lewat mobile, saya pun PM salah satu penghuni Aliyaplex dan dapat balasan berupa “Sigepo, palam”. Saya ingat nama kompleknya adalah GBA, entah kepanjangannya.

Sore itu, saya turun di Tol Buah batu (ketawan naik Bis 26 rebu ). Selamat sampe tujuan situ tanpa mesti mengunjungi cileunyi seperti kejadian sebelumnya. Karena jalan begitu macet akibat kerusakan jalan saya pun memutuskan naik ojek, tadinya sih mo minta di jemput, tapi ga usah deh, ga mau ngerepotin siapa-siapa.

Dengan gagah saya memangil tuh tukang ojek. Tawar menawar pun terjadi, kira-kira seperti ini :

Saya : Bang, (dengan tangan terangkat dan lirikan kepala yang memberi sinyal)
Ojek : Kemana a’? (sunda euy)
Saya : GBA bang. (dengan gagah dan lantang saya menjawab)
Ojek : GBA berapa?

Nah lo, GBA ada banyak ternyata. Entah dapet wangsit darimana saya jawab aja GBA 2.

Saya : GBA dua bang. berapa?
Ojek : lima ribu aja a’

Kok murah ya? saya heran sih, sambil saya tanya ke Jaka untuk konfirmasi via YM lagi dan masih dengan balasan “Sigepo, Palam” terlebih dahulu baru ada balasan bukan GBA berapa tapi malah nama subkomp “sekar”. Duh nih anak ga bisa diandalkan disaat2 genting gini.
Saya : ga tiga ribu ya bang? (sambil tetap melanjutkan penawaran)
Ojek : wah itu mah ke pesantren dek

Hah sejak kapan ada pesantren yak? mungkin ada di sekitar Komplek GBA, atau ada “pembangunan Pesantern kilat ” sampe bangunnya juga kilat. Tanpa rasa khawatir saya naik ojek ke tujuan.
Saya : Ya udah deh bang.

Alhasil saya dibawa pergi sama tukang Ojek ketempat yang salah . Tapi gapapa, saya nyasar dengan perasaan bahagia. Sambil naik Ojek saya foto2 pemandangan sekitar saat itu, pemandangan yang menenangkan pikiran, dari hirukpikuk dunia ini. Nih foto-foto nyasar saya

sawah

sawah2

Bandung saat itu mendung. Saya tidak melihat “matahari” di bandung saat itu. Rintik hujan menemani sebagian besar perjalanan saya. Awan gelap menghalangi sinar matahari, dan angin dingin menyerang tubuh ini.

Saat itu tema yang tepat untuk perjalannan kemarin mungkin adalah Nostalgia. Jalan-jalan malam di kota bandung, untuk makan malam. Bercanda layaknya jaman kuliah dulu (kek udah 10 tahun aja ya ). Mungkin ini nostalgia pertama dan semoga ada lagi seperti ini lagi nantinya. Mungkin cuma bagi saya ini nostalgia, karena yang lain masih ada di kota ini, cuma saya yang jauh .

Malam itu juga mengunjungi lab. Tempat saya mengapdi di tahun terakhir. Sedih rasanya mendengar lab ini akan di pindahkan ke tempat yang jauh yaitu di samping nya . Dari dulu lab ini sudah disana sejak di dirikan, dan mulai kan di pindahkan tahun ini. Banyak lab juga yang mulai berpindah-pindah lokasi.

Ditemani angin dingin ini, saya mengunjungi lab e108. Melihatnya saja saya langung teringat kenangan-kenangan yang ada di sana. Kenangan manis tentunya, terlihat di balik jendela yang paling kanan adalah tempat saya mengerjakan Tugas Akhir beberapa bulan yang lalu. Letaknya di pojok, dan saya menyebutnya pojok berdarah .

e108

pojok berdarah

Foto diatas Tempat kerja saya. Dengan notebook BenQ perjuangan, saya freak duduk di kursi itu. Pagi siang malam terus disana, kadang mandi 1 kali sehari, makan nitip, lupa semua, beban fisik, mental dan tenaga saat itu yang saya rasakan. Malu juga kalo belum mandi, karena didepan sana lalu lintas yang cukup padat. Dosen-dosen juga sering lewat . Melihat pojok itu membuat saya tersenyum juga. Masa-masa sulit, di hadapkan dengan jadwal kuliah dan praktikum yang tidak bisa dikompromi, ditambah dulu “mantan saya” ditahun ketiga kuliahnya meminta waktu dan telpon dari kakak saya yang menanyakan “kapan lulus?” terus menghantui . Cukup menderita saat-saat itu, semuanya menagih “waktu”, sampai saya tidak punya waktu untuk diri sendiri. Tidak bisa egois saya waktu itu, pilihan pun sudah terjadi semua, dan semua sudah membuahkan hasil . Ada yang baik, tapi yah,,ada juga yang tidak sesuai harapan.

Coba OOT sejenak, misalkan ada pilihan seperti ini : 1. Ngerjain Tugas Akhir; 2. kepentingan lab; 3. Kuliah; 4. Jalan2 sama doi; 5. Istirahat (games, jalan2, tidur). Yang menyenangkan cuma pilihan 4 sama 5 kan.. yah sekarang kapan selesainya si nomor 1? Pilihan 3 pun menjadi korban ketidak adilan, jarang masuk, sistem SKS terjadi. Untuk pilihan 4, berkurang porsinya. Alhasil kita sering bertengkar, jarang menghabiskan waktu berdua walau setiap hari bertemu. Cuma bisa mengingatkan kalau pilihan ke 5 sudah saya korbankan, “there  is no number 5″ waktu diri sendiri pun sudah minim sekali, sudah tidak napsu untuk nonton semua film seri, dorama favorit, Heroes yang sekarang sudah episode 319 dan baru saya tonton episode 302 pada minggu ini . Dan tau nga kenyataanya pilihan satu, dua dan tiga adalah untuk masa depan, dan mungkin saja masa depan kita. Butuh kedewasaan untuk tidak mementingkan ke egoisan kan? dan saya kira juga butuh kedewasaan untuk memahaminya. Tak ayal ku dapet julukan di FB cnc “THE WORKAHOLIC”

Kembali ke lap…top. Lab malam itu sepi dengan manusia, banyak yang mudik dan sepertinya ada praktikum diatas. Keliling sejenak, mencari-cari sesuatu, dan menemukan sesuatu yg menarik .

.sepatu

Huaaa,,sepatu perjuangan. Masi ada ternyata. Sepatu-pantovel-coklat-dekil-yang-belakangnya-udah-hancur inilah teman SETIA saya selama kuliah. Kelebihannya antara lain :
1. Tanpa tali, makenya ga ribet
2. Formal (kalo masi bersih sih iya )
3. Cream coklat (my fav colour)
4. Nyaman & Awet
dan yang paling penting dari semua diatas adalah
5. Ga ada yang minat nyolong

Kenyataannya sepatu ini selamat dari tragedi-tragedi kecurian yang marak terjadi di kost-kostan. Pagi-pagi pernah heboh satu kost yang sepatunya di luar pada raib di tilep maling, tapi sepatu saya yang jelas-jelas ada di luar dan paling dekat dengan pagar aman sentosa tak berpindah seperti terakhir saya meletakannya. Terbukti ada sampai saat ini, dilab aja masih ada, kayanya bener2 ga ada yg minat yak .

Fakta-fakta sejarah seputar sepatu ini :

1. Anak-anak aliya suka manggil dia Asbak
2. Selama dia idup, cuma sekitar 4x saya cuci. 1tahun 1 x cuci mungkin
3. Saya make ini waktu sidang walau dia mesti diletakan diluar
4. Selalu selamat dari kejadian curanmor
5. Ga ada yang mau minjem, berikut rata-rata dialog :
teman : eh nan pinjem sepatu dong..
saya : pake aja tuh dibawah
teman : gajadi deh —>grrrrrr
6. Penampilan saya jadi kausal bgt, jadi kaya mahasiswa penuh style. Putih-BiruGelap-CreamCoklat adalah warna yang sempurna untuk kesesuaian wajah dan tubuh saya (jgn muntah ya )
7. Ga pernah ada yang nyamain. ga pernah khawatir deh tengsin ngeliat sepatu sama dengan teman
8. Bagian belakang hancur karena emng hobi kalo make sepatu ga kelamaan ribet narik tali sepatu, hajar aja abis masuk langsung jalan. Hal ini terjadi pada pantovel saya yang sekarang di kantor
9. Saya beli sekitar semester 2 di pasar baru Jakarta. Dengan harga 200 ribu (mahal kan? ) bersama teman saya Fany (teman SD)
10. Sampai pernah di beliin sepatu baru sama papa saya waktu berkunjung ke kostan karena melihat sepatu ini tapi tetep saya tidak bisa berpindah kelain hati.
11. Belum ada pujian satupun dari seseorang selama kondisi baru maupun ke bentuk sekarang. Temen saya aja heran waktu kita beli bareng. “lu serius nan, beli tuh sepatu?” ->grrrr
12. Saat ini sudah di Jakarta untuk di musium kan untuk di lelang di hari tua saya (ini serius ) .
13. Tidak di izinkan untuk menggunakannya saat wisuda yang ini gpp lah

Saya pun menuju ke Aliyaplex dengan menggotong gitar saya dan “sepatu perjuangan” menggunakan motor. dan semoga hari itu tidak menjadi hari terakhir saya di Lab e108.

Bermalam di Aliyaplex GBA satu saat itu. beramai-ramai, kita semua kumpul. Hampir semua, kecuali anggis yang sepertinya sedang syndrom-pra-sidangnya, Boby, Iksan yang jauh tempat tinggalnya, dan Ayu . Malam yang sungguh heboh, sampai jam 3 pagi. Hihihi,,ketawa lagi kalo inget-inget lagi . Tapi kayanya g usah diceritain deh. Lah emng cuma ketawa-tawa sambil main kartu kok dan ditambah jepit2an tentunya.

Besoknya saya pulang bersama Taufiq. Menggunakan kendaraan pribadinya. Tidak lupa memboyong gitar dan sepatu perjuangan saya bersamanya. Sambil mendengar kabar burung di ciledug hujan es, entah banjir atau nga. Takjub juga melihat berita ini, Ciledug yang tandus gersang kaya gurun itu ternyata bisa hujan Es. Dunia ini memang sudah tambah edyan . Enak juga cepet sampe rumah dan dengan selamat tentunya,  3 jam perjalanan ga terasa sama sekali. Terimakasih untuk Pak taufiq untuk jalan-jalan sambil cerita-ceritanya yang menyenangkan. Lain kali kalo jalan bareng sama saya kaos “the best couple” nya diganti dulu yak, jijik deket-deket kalo dirimu pake baju itu . Oh iya, akhirnya kesampean juga makan di miranti dengan Nasi rendang nya .

Wah bandung tanpa “matahari” tetep saja memberikan kesan tersendiri. Seneng yah kalo mengunjungi sesuatu tanpa ada beban. Tanpa ada gosip miring, rasa bersalah, dan banyak yang nunggu. Ini cuma sepenggal cerita dari saya, makasih yang udah mau baca.

Moral perjalanan ini (agak banyak):
1. Apa yang kita tanam itu yang akan kita petik.
berat mungkin menghadapi tahun keempat ini, ternyata bener-bener terjadi pada kehidupan ku. Ku berjuang menyelesaikan kuliah ini untuk memperoleh sesuatu untuk keluarga ku. Seneng ga sih sebelum wisuda sudah ada pekerjaan yang menunggu? seneng ga sih merasakan belum pernah membuat satupun legalisir dimana orang-orang sudah mengirimkannya puluhan kali? Hanya bisa bersyukur, bisa tetap memilih keputusan yang tepat untuk hidup disaat yang sulit.

2. Lakukan terbaik dengan menjalin kekeluargaan dimanapun
Dilab atau pun dikost-an saya sudah memiliki keluarga. Mereka sudah saya anggap saudara sendiri. Karena itu mereka juga menganggap saya keluarga mereka. Pertengkaran memang sering terjadi di Kost, kesal karena sesuatu hal yang tidak sepaham. Kenyataannya teman-teman ini semua yang tetep setia ada terhadap saya disaat saya susah maupun senang. Tidak perlu emosi untuk menyelesaikan masalah, dan tidak perlu mempertahankan ke-egoisan diri untuk memaksakan sesuatu.

3. Keegoisan Vs kedewasaan
Masih bingung dengan yang satu ini. Ternyata tidak semua orang bisa melakukannya. Bisa lulus tepat waktu butuh kedewasaan dan lulus tidak tepat waktu juga butuh kedewasaan (dengan kesibukan lain seperti anak-anak aliyaplex yang mandiri), bisa menjaga perasaan teman butuh kedewasaan, mengimbangi ke-egoisan teman butuh kedewasaan, berbuat baik butuh kedewasaan juga. Yang saya tahu, sepertinya saya belum dewasa. Tidak ada yang bisa memaksamu dewasa selain dirimu sendiri .

Goodbye February..

Cuma ingin mengucapkan selamat tinggal bulan febuari 2009. Banyak banget pelajaran yang bisa diambil dari bulan tersebut. Terutama pelajaran hidup, pelajaran yang tidak diajarkan di dunia pendidikan manapun, pelajaran yang tidak ada kuliahnya, pelajaran yang harus dihapapi semua manusia tanpa kecuali. Karena disana tidak ada yang menentukan, dan tidak menentu apa yang akan dialami. Lulus atau huruf A+ bukan lah hasilnya akhir dari hal tersebut. Disana tidak akan ada pengawas yang mengawasi anda untuk menghadapinya. Open book, open friend, boleh nyontek dan menggunakan jurus apapun sesuka anda, karena hanya anda dan Dia yang tahu.

Saya pernah mengucapkan kata ini pada profile salah satu situs jejaring pertemanan “Hidup ini berjalan berliku-liku..kadang naik, turun, belok, macem2. Lakukan yang terbaik, jangan menyerah, semoga saya inget ini terus ^^”. Yah, itulah yang saya tuliskan terakhir kalinya pada situs tersebut, sampai sekarang mungkin masih ada (ikut yang baru soalnya ^_^). Kata-kata tersebut, saya yang membuatnya sendiri (mungkin saya perlu membuat daftar quotation sendiri ya ). Tidak ingat kapan terakhir memasuki situs tersebut, mungkin teman2 bisa membantu saya melihatkannya .

Banyak perubahan, banyak sekali. Tanpa menyebutkan satu-satu, semuanya terjadi pada Febuary ini. Iklash dengan apa yang ada di Febuary. Ujian hidup buat diriku pribadi, mungkin kalian semua mengalami hal yang sama. Bersyukur, karena saya tidak terjerumus ke dalam sikap yang saya tidak sukai, berterimakasih karena tetap berbuat jujur, dan bangga ketika berusaha sampai usaha terakhir. Tidak pernah menyesali apa yang saya lakukan, karena saya lakukan sesuai dengan usaha dan kebenaran yang saya ketahui.

Moral :
“Hidup ini berjalan berliku-liku..kadang naik, turun, belok, macem2. Lakukan yang terbaik, jangan menyerah, semoga saya inget ini terus ^^”

yup,,semoga saya ingat ini terus selamat datang Maret

My best Goal ever!!

category: my life  tag: , 8 Comments

Jakarta 18 Febuary di kejutkan dengan pertandingan futsal akbar. Antara tim Futsal datacomm melawan Triguna.  Di liput langsung oleh semua stasiun TV swasta, dan di buka langsung oleh Presiden RI yang pertama(emng jaman kapan ya? ). Ga penting banget ya, . Menurutku pertandingan kemarin adalah pertandingan sangat-sangat menyenangkan. Mungkin sebagian dari pembaca akan bosan membaca tulisan ini, karena kaya narsis dan kehidupan pribadi diri saya yang sama sekali ga penting. Hihihii,,bagi fans saya mungkin ini bisa membantu kalian untuk melengkapi catatan kalian semua (miss u all my fans) <–ga banget ya

Untuk pertama kalinya setelah melewati sekian abad, striker andalan Indonesia mencetak sebuah gol cantik, indah nan rupawan yang pernah ada di bumi Indonesia ku ini. Dengan sepasang sepatu emas dia mencetak gol dengan elok nan aduhai.

Hehee, kesenangan itu lah yang ku maksud. Kesenangan menciptakan gol kemarin malam. Walau cuma menyumbang satu gol untuk tim, tapi saya bangga dan tersenyum lebar. Pokoknya kemarin malam adalah hari yang menyenangkan sekali. Thx for all,,

Diawali dengan memiliki sepatu baru. hehe,,coba tebak harganya? cuma 35 rebu rupiah. Di beli di blok M bersama teman hari minggu kemarin. Sepatunya adidas warnanya krem agak coklat dan talinya putih. Pokoknya itu sudah dipastikan adalah abal-abal alias palsu. Sengaja beli yang kaya gitu, mengingat jarang sekali saya berolah raga yang menggunakan sepatu, kalo rusak ga nyesel2 amat, dan kalo ilang di mesjid juga gampang Iklasnya. hahaha,,itulah keunggulannya. Dan malam kemarin test drive pertama untuk menguji keunggulan sepatu tersebut (hancur ato nga?). Dan ternyata masih [belum] hancur. Tunggu saja petualangan selanjutnya dari sepatu saya ini.

Langsung dari selepas kesibukan urusan kantor, tim kami bersama-sama menuju TKP yaitu stadion utama Galaxy. Jam 7 acara dimulai, namun kami semua berangkat bersama-sama pukul 6. Sesampainya disana, sholat magrib dulu setelah itu berganti baju dengan baju olahraga.

Kaget sekali sesampainya di Arena, ternyata tidak seperti biasanya, kami akan menggunakan seragam. Mantab lah, semakin semangat tim untuk bermain saat itu. Dan tidak hanya itu, sekardus ponari sweat, 2 dus air mineral, sekantong plastik roti, dan sekardus potongan semangka sudah siap disana menunggu kita semua kelelahan akan permainan nantinya.

Seragam kita berwarna kuning cerah, dan tim lawan menggunakan putih hitam. Entah kenapa saya lebih suka warna kuning tersebut saat itu, padahal biasanya saya menyukai warna yang gelap atau putih. Alhasil kita pun memilih seragam tersebut dan mencari-cari nomor punggung yang pas. Saat itu, masih banyak nomor-nomor cantik yang biasa di pakai, seperti no 10, no 11, no 7,,tapi pilihan saya tetap jatuh ke no 13, nomor yang tidak banyak orang yang menyukainya, nomor yang dianggap taboo dan penuh kesialan. Btw i dont believe that . Akhirnya saya pun mengenakan nomor punggung kebanggaan saya, penuh kepuasan mengenakannya dan penuh kebanggaan saat itu kami berseragam.

futsal

(gimana? keren ga?)

Sebelum main, jangan lupa pemanasan ya. Soalnya besok tetep ngantor loh. Pengalaman kita sebelumnya main tanpa ada pemanasan yang cukup, mengakibatkan pegal2 dan sulit untuk naik tangga ke lantai 3. Hihihi, kali ini jangan sampe deh.

Pertandingan berlangsung seru, tidak bisa dijelaskan seseru apa, pokoknya heboh deh. Salip menyalip angka terjadi, walaupun awalnya kami unggul tapi akhirnya kami juga ketinggalan angka. Kami kalah, dan tetap semangat. Sumbangsih 1 gol tercatat dalam sejarah kehidupan seorang Nanda. Riuh tepuktangan penonton untuk 1 gol indah saat itu, dan tetap akan saya ingat selalu (sayang ga ada 3gp nya ).

Terimakasih udah mo baca,

Obrolan tengah malam-Part 1

Malam ini tampaknya saya tidak bisa tidur, tidak tau kenapa, banyak sekali yang ada dipikiran saya sekarang. Mungkin juga karena kemarin baru pulang jam 4 pagi karena ada pekerjaan. Intinya pola tidur saya pun berubah. Saat ini, waktu menunjukan pukul 00:27, wah berarti hari ini sudah tanggal 14 (berbeda waktu di server saya mungkin). tanggal 14 feb katanya sih hari kasih sayang dan biasanya dapet coklat nih dari fans2 saya diluar sana. Tapi saya tidak merayakan hal tersebut, ini adalah hari biasa, sama seperti hari sabtu lainnya.

Saat ini pun saya membajak modem 3g kakak saya yang sudah tidur, karena biasanya kakak saya tidak meminjamkan saya alat tersebut. Yah, saya manfaatkan saja untuk menemani waktu tidur saya saat ini.

Kembali ke masalah tidak bisa tidur, saat ini saya chat dengan beberapa teman saya. Pertama adalah teman kost saya dulu, dimulai dari kata2an, di isi hina2an, dan di akhiri ledek2an. Yup, isinya kita saling ledek. Perhatikan saja di Facebook saya dan si orang pertama ini.

Yang kedua, teman kantor saya yang sedang bertugas di Sumatra. Dilihat statusnya(di facebook) tampaknya dia sedang bingung dan kaget dengan suatu hal. Sambil ngobrol, saya coba mencari tahu apa yang dia kagetkan, namun gagal karena dia tidak mau cerita. Tampaknya beliau kaget dengan suatu foto di Facebook sana atau perubahan status dari seseorang. Dan teman kedua saya logout di tengah2 perbincangan kita (kabur nih,,awas besok)

Teman chat ketiga saya adalah teman kelas saya waktu kuliah. Dia sedang pulang kerja(jam 11.30 baru pulang). Berat pekerjaan beliau, dia sempat mengeluh kalo besok ada kerjaan lagi. Kasihan bapak satu ini, kami pun ngobrol2 sambil menghilangkan rasa suntuk kita masing2. Diawali dari obrolan yang menyinggung facebook juga tentang perubahan status dari teman2nya. Entah apa yang ada di facebook saat itu, kita pun ngobrol2 tentang masalah masing2. Kerjaan kantornya berat, dilanjutkan lagi tentang ada seseorang wanita yang add dia di facebook, dan dihentikan obrolan kita karena beliau mau mandi (malem2 loh).

Teman keempat saya adalah teman lab saya dulu. Beliau sebentar lagi akan sidang. Melihat statusnya di facebook juga, yang tengah malam gini dengan kata2 berat. Yang isinya tentang meminta keadilan. Sungguh berat yang ada di pikiran kawan saya satu ini, namun di akhiri dengan pernyataan kesadaran dari beliau yang menyadari bahwa dirinya kurang mensyukuri. Mungkin banyak pikiran beliau, karena masa2 pra sidang sungguh suatu hal yang cukup membuat pusing.

Teman kelima saya, adalah teman SD,SMP saya yang baru ketemu lagi setelah sekian lama. Tumben juga malem2 gini beliau online. Obrolan pendek pun tercipta saat itu. Intinya beliau sedang mengalami suatu kejadian yang unik, dan mungkin besok akan beliau ceritakan tidak lewat media chat ini. Karena sudah jam tidur juga saat ini, beliaupun pamitan untuk bergegas menuju tempat tidurnya.

Teman chat keenam saya adalah saudara saya. Beliau ini seumuran dengan saya dan kebetulan sedang berada di Indonesia, karena beliau bekerja tidak di negri ini. Rencana kedepan beliau akan ke Singapore untuk kembali bekerja. Obrolan saat itu mengenai canda foto dia dan pasangannya yang di publish. Entah mengapa terlihat, padahal untuk private. Besok saya pun membuat jadwal untuk jalan dengan beliau, karena tampaknya besok hari yang free untuk saya.

Teman ketujuh saya, agak unik. Ada di plurk dan kenal di plurk aja. Lagi sama-sama tidak bisa tidur tampaknya, kita pun ngeplurk saat itu. Tadi siang plurknya tentang mimpi siang bolong, dan karena tidur siang tampaknya beliau tidak bisa tidur malam sekarang, dan kami pun ngeplruk .

Tujuh orang saat ini, dan semuanya membawa cerita sebelum tidur saya. Semuanya membawa masalah kehidupannya. Pekerjaan, kegiatan, Tugas akhir dan juga hanya sekedar menyapa dan ngata2in. Saya pun juga sedikit menceritakan kejadian yang saya alami kepada mereka, namun denga porsi yang tidak sama. Teman pertama saya, mungkin sedikit sekali menyinggung masalah saya, karena momenya untuk hiburan saat itu. Berbeda dengan teman kedua dan ketiga saya, yang saat itu mereka bisa di jadikan teman bicara.

Makasih semuanya udah nemenin ketidak bisa tiduran saya. Cerita kalian membuat saya merasa terhibur akan masalah saya sendiri secara tidak langsung. Karena kalian saya tahu kenyataan lain secara tidak langsung. Berkat kalian, saya mengetahui masalah saya tidak seberapa dengan kalian. Hanya bisa bersyukur, semoga semua persoalan dapat diselesaikan dengan baik semuanya. Sudah malam, mugkin sudah mengantuk. Coba merem dulu deh sekarang. Yang mau ngobrol malem2 dengan saya bisa add YM saya di always_nanda.

Ps : I know it

Malaikat yang lelah

category: puisi  tag: 1 Comment

Tak pernah lelah,

membuktikan padamu

Tak kenal lelah,

menunjukan untukmu

Tak ingin lelah,

melindungi dirimu

menunggu

akankah ada saat untuk memilih?

bukan menjadi malaikat