Hi im chrisnanda,,im just ordinary man with many weakness.. welcome to my blog, and enjoy it

kalah vs menang

Duh maap,,dah lama ga update blog. Maapin yah, akhir-akhir ini lagi sibuk-sibuknya. Namanya juga cari makan (tergantung makannya sih,kalo biasa makan nasi jagung ya ga susah, tapi kalo makanan defaultnya keju or pizza mesti kerja keras kan?wkkk), yah gini deh. Harap di maklumi .  Alasan-alasan ku ga update sebenarnya ada beberapa hal. Pertama karena bulan April. Nga tau kenapa bulan ini para bloger terkena syndrome-buntu, hal ini di akui oleh Raditya dhika, dan beberapa temen-temen lain yang jumlah postingan menurun. Alhasil saya ikut2an males (alasan yak?). Alasan kedua saya sedang mencari ketenganan batin di suatu tempat. Disana saya bertapa sambil puasa putih. Percaya? Ga kan. Yup jangan percaya, saya memang mencari ketenangan sambil menjernihkan pikiran ajah ga sampe bertapa. Alasan ketiga adalah SIBUK, klise sepertinya alasan ini. Tapi yah gimana lagi, that’s the reason .

Kejadian demi kejadian sudah saya lewati, ada yang baik ada yang belum baik (jgn sebut buruk ya,, ). Menurutku semua itu ada waktunya, ada saatnya diatas, ada saat dibawah, ada saatnya menang, ada juga saatnya belum menang (same reason ). Tugas kita cuma persiapkan diri, saat hal itu datang satu persatu . Kaya pertandingan bola aja deh (maap saya bukan penggemar bola padahal ) kalo tiap pertandingan dua2nya menang kan aneh.

Yah mungkin sulit untuk terima kekalahan. Liat aja caleg2 di negeri seberang (tidak mengakui gini ). Caleg kalah masuk RSJ,yang kalah ambil kembali TV yang dia kasih, minta balik sumbangan2 yg udah di berikan. Wkkk, aneh2 aja kan? Kalo siap menang, kenapa ga siap kalah?

Contoh diatas adalah contoh kalah yang buruk adek adek . Kita harus siap dengan kekalahan, karena pasti saat itu akan datang. Orang yang terpuruk dengan kekalahannya adalah kalah dalam arti sesungguhnya. Tapi orang yang bangkit dan menerima kekalahannya bahkan dengan senyuman dan ke ikhlasan ini adalah sesuatu yang masih jarang di Negeri kita ini. Kalah yah naik banding (kata terdakwa suatu pengadilan), kalah ya hitung ulang (kata pemimpin parpol), kalah ya rusuh (kata pemain bola), kalah ya gila (kata caleg di RSJ grogol).

Oke stop masalah pribadinya . Kita kembali ke lapppp toppp.

Kalian dah pernah ke Bali belum? Maklum TS lagi norak-noraknya di bali. Kaya anak desa di kasih HP gitu deh. Saat ini kunjugan saya ke bali yang kedua, dalam 1 bulan saya sudah ke bali “twice”, tapi kerja bukan liburan . Alhasil yah cuma bisa liburan disaat saat bener2 bebas tugas.

malam hari

Cukup menarik kota ini, bnyk hal-hal yang di luar kewajaran saya sewaktu saya hijrah ke bandung, Surabaya, Madura, Pekan Baru, Ngawi, Magetan dan terakhir Malang. Tapi kota ini paling berbeda daripada semua kota tersebut. Kota ini kota seni, segala macam seniman hidup disini. Seni Pahat kayu, pahat batu, pahat kaca, seni lukis, musik, ukiran, suara, dan lain-lain. Masih banyak bangunan tradisional, bahkan di pusat keramaian.

Kotanya tidak terlalu padat, dari 100 % mahluk di kota ini, bisa dihitung 55% adalah penduduk asli, 40% turis local dan mancanegara (saya termasuk mancanegara ) dan 5 % lagi adalah binatang (kuda dan “guk-guk” (lebih halus ) banyak sekali disini, sudah jadi pemandangan sehari-hari) . Beberapa hal keanehan lagi yang saya temui :

Did you know that….

1. Tinggi bangunan di bali maximum adalah 5 lantai (PERDA ga tau no brp ).
2. Jika mobil menyalakan sen kanan kiri (keduanya menyala) artinya dia akan berjalan lurus
3. Populasi “Guk guk” (supaya lebih halus ) lebih tinggi di banding populasi kucing
4. Pemimpin Upacara adat tidak boleh makan daging sapi sedangkan yang lain boleh.
5. Tidak ada jalan Tol di Bali
6. Jika anda turis lokal dengan perawakan turis mancanegara(seperti saya), bersedihlah karena anda akan mendapatkan harga lebih mahal .

Kota ini Indah. Tempat yang cocok untuk beristirahat, wisata, dan berbulan madu (wkkkkk,dah ada planning nih calonnya aja ga ada) . Kota ini damai, jarang kemacetan, tidak bising lalu lintas, dan ramah lingkungan. Saya beruntung bukan penduduk asli bali, karena dari beberapa penduduk yang saya wawancarai semuanya bosan dengan bali, semua ingin pergi ke Jakarta. Kebalik kan? Orang bali ingin ke Jakarta tapi semua orang ingin ke Bali. Ga tau deh berapa manusia di kantor yang ngiri sama saya begitu saya dapet proyek ini .

Kenyataannya semua itu manusiawi, pepatah mengatakan “rumput tetangga lebih hijau dari rumput sendiri “ . Secara saya bukan pemakan rumput, jadi pepatah ini tidak berlaku buat saya (ngeles aja ). Kenyataanya “pelangi tidak pernah diatas kepala kita sendiri kan?” Seolah-olah orang lain yang lebih beruntung, seolah-olah kita ini buntung terus, padahal kan tidak. Kita kurang mensyukuri aja sama apa yang kita peroleh. Baru kemarin aja saya mendapat kenaikan gaji, tapi kok aneh ya, ada aja yang complain, di banding-bandingin lah, toh itu rejeki tambahan kan, terima ajah rejeki ga kemana.

Bahagia itu adalah pilihan, tidak bersumber pada satu hal tertentu. Sama seperti kekalahan caleg itu, jika terpuruk akan kekalahan dia memilih untuk tidak bahagia, tapi jika dia memilih bahagia pasti dia iklash dan berjuang lagi musim depan . Bahagia bisa datang dari siapa saja, dan kita yang menciptakanya sendiri. Yang penting adalah perjuangan meraihnya, dan keiklashan menerimanya ataupun tidak .

saya sixpek

Ini foto saya six pek (maksudnya saya dan si sixpek ). Saya nya sih sixpek juga, tapi beda maksud. Six artinya angka enam, pek artinya tempat/ perut . Nah perut saya memebentuk angka enam alias buncit .

Moral :

1. Saya ngeblog lagi untuk memberi kabar baik buat temen-temen, semoga bermanfaat.

2. Kalah menang biasa, perisapkan diri buat kalah jauh lebih sulit mempersiapkan diri untuk menang. Tapi jika sudah siap mental untuk kalah, pasti kalah ini bukan menjadi kendala untuk maju lagi

3. Bahagia pilihan kan? saya sudah milih, dan gimana kalian? terserah kalian