Tampaknya desas desus kenaikan BBM telah mempengaruhi sejumlah harga di Indonesia. Hal ini membuat penulis turut berduka cita akan kenaikan yang terjadi, karena secara langsung pengeluaran ikut membengkak. Belum saja naik, tanpa basa-basi kost-kostan naik 500 ribu tanpa ada ancang2 terlebih dulu,,(belum siap hati ini). Terlebih lagi harga nasi goreng di dekat MSU naik menjadi Rp 6.000. Hal ini diperparah dengan kenaikan harga pizza paket berdua yang tadi nya Rp 26.000 (termasuk pajak) menjadi Rp 30.000.
Prihatin sekali dengan hal yang terakhir, setelah beberapa tahun menjadi pelanggan setia dari salah satu fastfood tersebut akhirnya naik juga. Secara harga, sebelum naik menjadi makanan vaforit saya jika sedang berpergian. Dua minggu sekali hampir rutin saya nongkrong di restoran tersebut untuk menikmati pizza yang kebetulan menjadi makanan vaforit saya. Tapi kenaikan harga yang cukup besar ini (hampir 20%) akan menjadi pertimbangan yang cukup untuk mencari alternatif.
Maaf, disini bukan bermaksud sombong atau gimana. Karena diluar sana masih banyak saudara kita yang tidak mampu, masih banyak anak-anak terlantar juga yang harus menempuh hidup yang keras ini di tambah dengan kenaikan harga yang di ramalkan akan naik di segala bidang. Karena di lihat dari kepentingan BBM adalah hal yang sangat di butuhkan di segala lapisan masyarakat.
Yup,dari sisi ekonomi kenaikan ini bukan lah hal yang luar biasa. Karena sudah berapa kali kita merasakan kenaikan ini dari harga bensin yang dulu cuma Rp 1.700/ ltr. Tapi apakah Indonesia menjadi berantakan?nyatanya tidak kan? Walawpun bukan ahli di bidang ekonomi, ternyata kebijakan menaikan harga ini terkait akan suatu fungsi dari nilai mata uang yang juga akan naik. Bingung g?sama dong
pokoknya gitu lah. So harga naik, it’s fine lah..the show must go on.
Kembali lagi ke masalah pizza yang naik, ternyata kenaikan tersebut bukan sekedar kenaikan saja. Karena ada penambahan menu yang di berikan pada paket tersebut yaitu dua buah eskrim vanila, oiya ada utiran mesis nya lho kira kira 20 butir (detail amat y?). Tapi tetap saja, kalo bisa milih, mendingan g usah pake eskrim deh tapi harga tetap Rp 26.000. So yang lain,,ada usul restoran pizza lain?

